Hari Ini, 384 Sekolah di Balikpapan Gelar PTM 100 Persen

Balikpapan – Berdasarkan arahan SKB empat menteri dan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, sebanyak 384 sekolah baik SD maupun SMP di Kota Balikpapan sudah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Muhaimin yang melihat perkembangan kasus covid-19 di Kota Balikpapan telah menurun dan  Pelaksanaan PTM 100 persen mengawali kegiatan pembelajaran semester genap tahun ajaran 2021/2022 “Meski sudah memutuskan untuk melaksanakan PTM 100 persen, bukan berarti pelaksanaan PTM 100 persen itu bebas, tetap prokes, Untuk pengawasan nanti ada gugus tugas di sekolah, juga ada koordinasi kecamatan, kelurahan dan puskesmas setempat,” Katanya.

Muhaimin menjelaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah, seperti wajib menyediakan masker cadangan minimal 50 persen dari jumlah siswa yang ada, termasuk thermo gun dan tempat cuci tangan. Ia meminta kepada kepala sekolah untuk terus memantau pelaksanaan PTM 100 persen ini. Begitu juga guru untuk PTM, materi yang disampaikan adalah materi esensial berdasarkan kurikulum dalam kondisi khusus “pemberian tugas juga harus menekankan pada pencapaian kompetensi literasi dan numerasi”, Ucapnya.

Sistem untuk durasi waktu belajar dimulai dari jenjang PAUD selama 2 jam (120 menit), jenjang SD dan Paket A kelas rendah selama 2 jam (120 menit). Untuk jenjang SD dan Paket A kelas tinggi selama 3 jam (180 menit), jenjang SMP Paket B, dan Paket C selama 4 jam (240 menit) atau 6 jam pelajaran. Nantinya pembelajaran tatap muka 100 persen akan dilaksanakan dengan mengikuti perkembangan status PPKM di Kota Balikpapan yang kini masih berada dizona hijau.

Muhaimin sudah mengambil langkah jika suatu saat dalam pelaksanaan PTM ini ditemukan kasus covid-19 kembali, sekolah yang bersangkutan harus ditutup sementara untuk proses netralisasi  “Jika ada ditemukan warga sekolah yang positif Covid-19, maka kegiatan pembelajaran dihentikan selama lima hari,” terangnya.

Sementara untuk kantin sekolah saat ini belum diizinkan untuk beroperasi, termasuk tidak diperbolehkan kegiatan olahraga dan kegiatan ekstrakulikuler lainnya “Jadi masih dilaksanakan secara bertahap”, Tandasnya. (ad/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *