Muhammad Adam Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pajak Daerah di Teritip, Ajak Masyarakat Manfaatkan Relaksasi Pajak daerah Hingga Akhir Tahun

BALIKPAPANUPDATE – Anggota DPRD Kaltim, Ir H Muhammad Adam menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah di Jalan Mulawarman, Gang Sriwijaya Raya RT 41 Kelurahan Teritip Balikpapan Timur, Jumat (3/12/2021) di kediaman Andi Mappafuli, ketua LPM kelurahan Teritip.


Hadir beberapa tokoh masyarakat, sejumlah ketua RT dan masyarakat sekitar serta hadir pula mantan Walikota Balikpapan dua periode Rizal Effendi.

Sosialisasi ini untuk menjelaskan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
Perda nomor 1 tahun 2019 merupakan kedua atas perubahan peraturan daerah Provinsi Kalimantan Timur no 1 tahun 2011 tentang pajak daerah.

BERCENGKRAMA – Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam menyambut hangat kehadiran Mantan Walikota Balikpapan Rizal Effendi

Perda itu sebelumnya diubah dengan Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang Perubahan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
Dimana terjadi perubahan status Dinas Pendapatan Daerah menjadi Badan Pendapatan Daerah, maka Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur tentang Pajak Daerah perlu disempurnakan sesuai dengan kebutuhan hukum saat ini.


Pajak Daerah Provinsi Kalimantan Timur meliputi Pajak Kendaraan Bermotor, Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan dan Pajak Rokok .


Pada kesempatan sosialisasi ini Muhammad Adam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan relaksasi pajak yang berlaku hingga akhir tahun ini, “berkaitan dengan relaksasi Pajak, yang pertama penghapusan denda untuk keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, kemudian untuk Biaya Balik Nama ada diskon sebesar 40% serta penghapusan pajak progresif.”


Muhammad Adam menyayangkan masyarakat banyak yang belum mengetahui dan melewatkan begitu saja kemudahan yang diberikan Pemerintah Provinsi melalui Pergub ini, “ Ternyata kecil sekali peningkatan itu sedikit sekali, ternyata masyarakat tidak memanfaatkan itu,”. Ungkap Muhammad Adam.


Untuk itu dirinya berharap pada tahun 2022 Gubernur dapat Kembali meneruskan program relaksasi ini karena masih dalam keadaan pandemi. “Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini masyarakat dapat mengetahui program relaksasi ini dan memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah Provinsi.” Harapnya. (Gt/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *