6 Fraksi DPRD Balikpapan Berikan Pandangan Umum Nopen Wali Kota Tentang Rancangan APBD Tahun 2022

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BALIKPAPANUPDATE – DPRD Kota Balikpapan melakukan rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Penjelasan Wali Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022 di ruang rapat gabungan pada senin (1/11/21).

6 Fraksi memberikan pandangan umumnya dihadapan sekda Sayid MN Fadly setelah minggu lalu Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud telah menyampaikan Nota Penjelasannya terkait raperda APBD Murni Tahun 2022, dari Fraksi Golkar yang pertama memberikan pandangan umum dibacakan oleh Suryani menjelaskan target pendapatan daerah diharapkan bisa memperhatikan prospek pemulihan ekonomi , iklim, investasi dan daya saing usaha “Fraksi kami berharap agar undang-undang no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja omnibuslaw dapat segera diterapkan di kota Balikpapan sebagai kebijakan sektoral melalui fungsi regulator sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi, investasi serta pelayanan terhadap masyarakat”, Ujar Suryani.

Fraksi PDI Perjuangan include PKB dibacakan oleh Muhammad Najib berpendapat bahwa dalam penyusunan R-APBD tahun 2022 tersebut perlu juga memperhatikan pemerataan yang berkeadilan karena kelurahan yang ada di kota Balikpapan luas wilayah dan jumlah penduduknya tidak sama dan harus dirasakan pula oleh masyarakat yang berada di wilayah pinggiran terutama sektor infrastruktur “Fraksi kami berpandangan bahwa seluruh program dan kegiatan lebih difokuskan berbagai target kinerja sebagaimana visi misi Wali Kota Balikpapan yang dapat dirasakan masyarakat seperti penuntasan banjir, permasalahan pendidikan , permasalahan pelayanan kesehatan,  permasalahan sambungan air, serapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang kreatif”, Terang Najib.

Fraksi Gerindra dibacakan oleh Siswanto Budi Utomo mempertanyakan rencana penerimaan retribusi daerah sebesar Rp 70,35 M yang mengalami kenaikan 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp 48,44 M setelah perubahan. Seiring dengan tekad pemerintah untuk mempercepat recovery perekonomian akibat pandemic covid-19 dengan memberikan berbagai stimulan bagi pelaku ekonomi baik berupa kemudahan prosedur berusaha maupun finansial untuk UMKM “Fraksi gerindra mempertanyakan terjadinya penurunan volume belanja modal ditahun 2022 sebesar Rp 612 M dibanding tahun 2021 yaitu Rp 654 M, karena kita sadari belanja modal akan menyerap banyak tenaga kerja, tapi mengapa justru terjadi penurunan alokasinya?’, Ucap Siswanto.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dibacakan oleh Syukri Wahid menyampaikan pendapatan daerah Kota Balikpapan tahun 2022 diproyeksikan mencapai Rp 2,4 Triliun lebih dari kenaikan Rp 211 M dengan belanja daerah direncanakan Rp 2,5 Triliun lebih yang berarti ada defisit Rp 171 Miliar yang akan ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp 171 M sehingga silva menjadi nol  jika hal ini dapat terealisasi maka ini perkembangan baik dalam rancangan keuangan pendapatan daerah “Kami mendorong agar pemerintah kota dapat terus berinovasi dalam pencapaian target pajak tersebut baik dalam program intensifikasi dan eksistensi pajak, termasuk juga 9 program prioritas Wali Kota Balikpapan diantaranya peningkatan kualitas bidang pendidikan hendaknya pembangunan sekolah baru ditingkat SD dan SMP menjadi prioritas masalah klasik tidak berimbangnya jumlah anak didik dan ketersediaan ruang kelas”, Ujar Syukri Wahid.

Fraksi Demokrat dibacakan oleh Mieke Henny memohon kepada Wali Kota Balikpapan untuk memfokuskan realisasi kegiatan prioritas yang akan dirasakan langsung oleh warga khususnya kelas menengah kebawah yang bertempat tinggal di pedesaan di lokasi yang sulit dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum seperti di daerah Teritip dan karang joang kami mohon diperhatikan pelengkapan sekolah atau siswa peserta didiknya, sarana dan prasarana dan kegiatan bantuan sosial lainnya untuk masyarakat di daerah tersebut untuk dipermudah dan didahulukan “ Fraksi kami meminta pemeliharaan infrastruktur bangunan gedung yang dikelola oleh pemkot mohon untuk didata ulang untuk tingkat urgensinya seperti gedung sarana olahraga , kantor kelurahan dan kecamatan serta gedung sekolah seperti gedung parkir klandasan yang hingga saat ini belum dapat difungsikan , mohon ini untuk wajib dicarikan solusinya untuk menambah PAD”, Ucap Mieke Henny.

Fraksi Gabungan dibacakan oleh Simon Sulean mengatakan perlu dilakukan komunikasi yang baik  untuk memastikan apakah ada bantuan keuangan kepada pemkot Balikpapan di tahun 2022 hal ini menjadi penting agar rencana program bisa terukur secara factual jika defisit dan silva tidak terlalu besar “fraksi kami berharap agar pemerintah Kota  dan DPRD Balikpapan dapat bekerjasama dan meningkatkan kinerja masing-masing untuk memacu diri mewujudkan Balikpapan sebagai kota layak huni dan mengantarkan masyarakat Balikpapan menuju kehidupan yang sejahtera”, Tutur Simon Sulean

Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh, S.Sos menerangkan agenda berikutnya adalah mendengarkan jawaban Wali Kota Balikpapan atas pandangan umum Fraksi-fraksi untuk kemudian harus segera ditetapkan menjadi Perda APBD Tahun 2022 sebelum tanggal 30 November 2021 sesuai perintah undang-undang no 23 tahun 2014 “Mudah-mudahan semua proses pembahasan pun dan perda ini berjalan dengan baik dan lancar sehingga kinerja kami dalam melayani masyarakat terpenuhi ditahun 2021 dan 2022”, terang Abdulloh.

Lanjut Abdulloh, ada beberapa program prioritas yang dijalankan menggunakan APBD tahun 2022 diantaranya pembangunan infrastruktur seperti DAS Ampal akan dibangun secara tahun jamak  mulai 2021,2022 dan 2023 senilai Rp 150 Miliar , ada juga pembangunan SMPN di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara “Semua yang berkaitan dengan visi misi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bisa segera bertahap dilaksanakan dengan baik atas dukungan masyarakat Balikpapan yang sekarang sedang berjalan adalah BPJS Kesehatan Gratis Kelas 3 Mandiri, semoga masyarakat dapat menikmati”, Ujar Abdulloh.  (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *