Nasib Syukri Wahid Sebagai Anggota Dewan di Ujung Tanduk, Ada 5 Tuduhan Yang Dilayangkan !

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BALIKPAPANUPDATE – Polemik partai terjadi dalam tubuh internal Partai Keadilan Sejahtera Kota Balikpapan. Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKS, Syukri Wahid terancam dipecat oleh partainya dan di  PAW (Pemberhentian Antar Waktu) kan dari kursi DPRD Balikpapan.

Syukri Wahid pun segera melakukan press rilis dihadapan awak media terkait tuduhan yang dilontarkan padanya bertempat di ruang fraksi PKS (25/10/21). Saat ini Syukri tengah menjalani proses sidang Mahkamah penegakan disiplin organisasi sesuai undang-undang no 2 tahun 2011 tentang partai politik.

Ada 5 tuduhan yang dilayangkan padanya dalam proses persidangan pertama pada 13 Juni 2021 lalu, Syukri Wahid dipanggil atas dugaan pelanggaran disiplin organisasi bersama 4 orang lainnya namun yang ditindaklanjuti hanya 2 orang “Dalam persidangan itu saya sudah menjalani sidang pertama adalah sidang penyampaian tuntutan dan dakwaan, intinya adalah pemberhentian secara tidak terhormat, sebagai anggota partai dan anggota DPRD itu adalah dakwaan”, Ujar Syukri.

Pada tanggal 7 November 2021 mendatang Syukri dijadwalkan menjalani sidang pembacaan putusan, namun dirinya mengaku tidak menyangka bahwa proses sidang bakal secepat itu mekanismenya dan secara tegas menolak dan tidak akan hadir dalam persidangan karena menurutnya telah melanggar prinsip hak dasarnya “saya pribadi pernah menjalani sidang di berbagai jenis pengadilan negeri, tipikor, dan agama. Saya sudah jalani tapi sidang di mahkamah partai, tuntutan dan vonis saya Cuma diberikan hak eksepsi tertulis”, Pungkasnya.  

Syukri telah menyampaikan eksepsi tertulis sebanyak 13 lembar secara lengkap yang isinya pengajuan keberatan, karena prosedur yang ditempuh dalam sidang tersebut melanggar  hak-hak dasar sebagai hak asasi manusia dan juga dalam AD/ART (Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga) Partai “dimana saya punya hak untuk membela diri, nah dakwaan ini saya hormati karena hak partai mendakwa saya tapi saya juga punya hak membela diri apa yang dituduhkan itu tidak benar”, jelas Syukri.

Ada 5 Tuduhan yang dilayangkan kepada Syukri Wahid terkait pemanggilannya dalam sidang mahkamah partai, yaitu :

  1. Syukri dianggap melawan perintah partai berkenaan dengan instruksi Ketua DPD PKS Balikpapan tentang jumlah qurban Iduladha sebanyak dua ekor sapi, menurutnya ini hal yang aneh baginya karena dalam agama saja tidak diwajibkan menyumbang 2 ekor sapi terlebih di masa pandemi saat ini “Jadi bagi saya ini sudah tidak relevan dengan agama sekalipun, bukan saya saja yang nyumbang 1 ekor sapi melainkan 5 anggota Fraksi PKS lain juga 1 ekor sapi, tapi kenapa Cuma saya, jadi tidak adil itu”, Kata Syukri.
  2. Syukri dituduh melawan perintah partai berkenaan susunan fraksi 2019. Padahal saat itu ia lebih menganggap bukan melawan partai tetapi lebih meluruskan aturan dalam DPRD terkait jumlah susunan fraksi PKS “Pimpinan fraksi itu dipilih dari dan oleh anggota bukan dari partai, kalau enam orang yah enam orang itulah yang memilih. Cuma saya tidak pernah diajak untuk memilih tiba-tiba sudah ada, berarti menyalahi, bukan melawan hanya meluruskan “, Bela Syukri.
  3. Syukri dianggap melanggar aturan partai karena mengikuti kegiatan partai Gelora pada bulan april 2021 lalu “Saya bantah dihadapan hakim, partai gelora itu belum pernah Munas (Musyawarah Nasional) tanggal 19 april tidak ada agenda Munas Gelora, saya pastikan pelapor ini memberikan tuduhan palsu ini sudah bahaya”, Jelasnya. Menurutnya dirinya saat ini masih terdaftar sebagai anggota Partai Keadilan Sejahtera karena tiap bulan diharuskan membayar kewajiban partai “kalau saya dekat dengan partai lain belum tentu saya jadi anggota partainya karena syaratnya adalah terdaftar sebagai anggota”, Ujarnya.
  4. Syukri dianggap melanggar terkait pendaftarannya sebagai bakal calon Pilkada di Partai Golkar 2019 lalu. Syukri mengaku pernah mendaftarkan diri di Partai Golkar dan PKB karena penjaringan bakal calon di internal PKS tertutup dan dirinya bahkan tidak tahu bagaimana prosesnya. Itu dianggap melanggar rambu-rambu partai karena sudah dianggap melanggar rekomendasi 2 nama yang diajukan PKS “Catat baik-baik ini, saya ini adalah Ketua PKS periode 2006-2011, kemudian 2013-2015 saya dua kali ketua partai PKS dan terakhir Wakil Ketua Umum PKS Kaltim. Saya pernah ikut Pilkada jadi saya tahu persis aturan main bagaimana proses penjaringan bakal calon, tapi ketika saya ingin mendaftarkan diri, hak saya dalam anggota untuk dicalonkan itu sesuai AD/ART, Salahkah saya menggunakan hak saya ditempat lain sebagai warga Negara Indonesia bukan sebagai anggota partai karena dirumah sendiri saya tidak diberikan tempat, akhirnya dua nama yang diusung PKS tidak juga diusung justru kita mendukung pak rahmad dan almarhum thohari”, jelasnya.
  5. Syukri dianggap sebagai provokator dan memerintahkan agar tidak memilih PKS pada 2024 mendatang, tuduhan tersebut dinilai hanya untuk mencari kesalahan dirinya “Bagaimana mungkin, saya ini periode ketiga. Suara saya tertinggi kedua di dapil Utara, tertinggi nomor delapan se-Balikpapan dengan 4.252 pemilih. Saya punya tim banyak tapi begitukah kira-kira. saya rasakan ini hanya mencari cari kesalahan,”, Ucap Syukri.  

Syukri secara tegas menyatakan takkan menghadiri sidang vonis pada 7 november 2021 dan tidak mengetahui apakah benar dirinya akan dipecat dengan tidak hormat oleh Mahkamah DPD PKS dan berdampak pada pemberhentian antar waktu (PAW) dari kursi anggota dewan,  “Konsekuensinya adalah saya dipecat Itu sudah sampai dipublikasi, bagaimana Nasib 4 ribu lebih pemilih saya, mereka tidak pilih partai tapi memilih nama Syukri, saya juga harus mempertanggungjawabkan ke mereka dan saya sedang digugat oleh partai,”, Ucap Anggota Komisi II DPRD Balikpapan tersebut.

Saat ini dirinya mengaku telah bekerja keras untuk partai dan untuk rakyat sebagai anggota dewan bahkan dirinya bisa bertarung dari 6 anggota lain di Fraksi PKS “bukan saya sombong tapi saya mau mengadu dari mana sisi kinerja saya yang kurang kalau begini balasan partai  yah saya serahkan ke mekanisme partai karena ini Negara hukum”, Jelas Syukri. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *