Wali Kota Balikpapan Serahkan Bantuan Hibah SPP, Insentif Guru dan Penghargaan Siswa Berprestasi, 33.143 Siswa Disubsidi Rp 15 Miliar

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BALIKPAPANUPDATE – Sesuai visi misi Wali Kota Balikpapan di bidang pendidikan, secara simbolis Rahmad Mas’ud menyerahkan bantuan hibah SPP dan Insentif kepada guru jenjang SD/Mi dan SMP/MTs serta pemberian Penghargaan kepada 7 siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama Balikpapan di tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional bertempat di Aula Pemkot pada Jumat pagi (8/10/21).

Dihadiri oleh wali Kota Balikpapan, Kadis Pendidikan Muhaimin, Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa serta perwakilan Guru dan Murid di Kota Balikpapan. Dalam sambutannya Wali Kota mengatakan Penyerahan hibah, insentif dan penghargaan tersebut merupakan bagian dari program prioritas wali kota balikpapan terpilih dibidang pendididikan  menggunakan anggaran dari APBD Perubahan 2021 dan APBD Murni 2022 berharap dapat meningkatkan kesejahteraan guru, sekolah dan meringankan beban orang tua siswa “Pemberian insentif dapat bermanfaat bagi guru dan siswa nanti, itulah komitmen kami insya allah, saya mengapresiasi kepada masyarakat Balikpapan” , Ungkap Rahmad Mas’ud.

JUARA 1 MATEMATIKAWali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa menyerahkan penghargaan kepada Kenzie Darrel yang menjuarai kompetisi sains Nasional jenjang SMP tahun 2021

Terkait pemberian subsidi SPP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin menerangkan jumlah siswa penerima subsidi sebanyak 33.143 siswa terdiri dari 19.859 siswa SD dan 13.284 siswa SMP menggunakan  anggaran APBD Perubahan sekitar Rp 15 Miliar yang rinciannya meliputi siswa SD/Mi Rp 75 ribu perbulan selama 6 bulan, untuk siswa SMP/MTs Rp 110 ribu Perbulan Selama 6 bulan “Pemberian subsidi SPP kepada seluruh siswa SD/mi kelas I sampai kelas 6 bulan juli sampai desember 2021,dan SMP/MTs Swasta juga kelas 7,8,9 selama 6 bulan juga, nanti di murni nilainya pasti anggarannya 2 kali lipat dari biasanya ”, Ujar Muhaimin.

Selain subsidi SPP, insentif guru swasta juga diberikan oleh Pemerintah Balikpapan, Muhaimin menilai dimasa PPDB selama covid-19 hampir semua orang tua menginginkan anaknya bersekolah di sekolah negeri dikarenakan gratis secara tidak langsung berdampak secara ekonomi terhadap orang tua siswa, kondisi ini membuat sekolah swasta menjadi kekurangan murid yang berimbas pada kesejahteraan guru “atas persetujuan wali kota Balikpapan dan TAPD kita membahas bagaimana cara membantu sekolah swasta ini karena kalo kekurangan murid yang terjadi 2 hal, dana BOS berkurang baik BOS kota maupun regular karena muridnya sedikit ,yang kedua mereka juga tidak mendapatkan SPP karena gaji guru diambil dari SPP sehingga ada insentif tambahan karena setiap sekolah swasta setiap akhir tahun mempunyai target”, Kata Muhaimin.

Insentif tambahan guru diberikan selama 6 bulan berdasarkan jumlah siswa di sekolah swasta tersebut , jika sekolah hanya memiliki siswa dibawah 50 persen maka para guru diberikan insentif Rp 1,5 Juta perbulan, jika jumlah siswa 51 sampai 70 persen diberikan insentif Rp 1 Juta perbulan , dan jika jumlah siswa 71 sampai 100 persen diberikan insentif Rp 500 ribu perbulan “tujuannya supaya dia bisa menghidupi keluarganya”, Ungkap Muhaimin.

Lanjut Muhaimin insentif yang diberikan merupakan tambahan dari yang sebelumnya berjumlah Rp 500 ribu perbulan selama setahun, secara total ada 173 Guru dari 17 SMP dan 3 Mts yang berada dibawah 50 persen dengan nilai anggaran RP 1,5 Miliar, sekolah dibawah 70 persen terdapat 256 guru dari 21 SMP dan 4 Mts totalnya Rp 1,7 Miliar dan dibawah 100 persen ada 4 SMP dan 6 MTs sehingga total anggarannya untuk insentif 766 guru swasta senilai Rp 4,2 Miliar. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *