DPRD Balikpapan Terima Audiensi Basarnas Kaltim, Keluhkan Minimnya Sapras

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BALIKPAPANUPDATE – DPRD Kota Balikpapan menerima audiensi Basarnas Kaltim pada rabu pagi (29/9/21) bertempat di ruang rapat gabungan kantor DPRD Balikpapan.

Kedatangan 5 personil Basarnas Kaltim ini diterima langsung oleh ketua DPRD Balikpapan Abduloh, dan wakil ketua Sabaruddin Panrecalle, Budiono. Ketua komisi IV Muhammad Taqwa, dan anggota sandi Ardian, Iwan Wahyudi, serta sekretaris dewan irfan taufik.

Kasi sumber daya dan potensi basarnas balikpapan Eko lativania mengeluhkan sarana dan prasarana milik Basarnas Kaltim belum memadai. Mulai dari lahan yang masih menumpang hingga kebutuhan dermaga yang dinilai masih terlalu kecil untuk kelengkapan armada laut yang dimiliki basarnas kaltim “Untuk kantor di Samarinda masih sewa dengan anggaran yang kami cari jadi belum ada. Untuk di Balikpapan mohon izin sebelumnya kami sudah bersurat ke rizal Effendi (mantan wali kota Balikpapan) untuk meminta arahan bantuan, Kami bertugas untuk keperluan operasional, kami mempunyai peralatan belum memadai seperti dermaga sedangkan Kapal kami panjangnya 40 meter. Belum ada tempat siaga untuk teman-teman bertugas masih ala kadarnya” ucap Eko.

Untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana Basarnas Kaltim telah memiliki 80 orang personil yang dalam penugasannya terbantu dengan kehadiran TNI, Polri, dan relawan yang berdomisili di masing-masing daerah

Ketua DPRD Balikpapan Abdullah, S,Sos mengaku bangga dikunjungi Basarnas Kaltim yang merupakan lembaga vertikal dimana kewenangannya berada di Pusat. Terkait kebutuhan sarana dan prasarana yang dikeluhkan akan dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi melalui gubernur kaltim karena wilayah kerja Basarnas menjangkau 10 kabupaten/kota di Kaltim “Basarnas kaltim untuk fasilitas yang dimiliki masih perlu dukungan pemerintah provinsi kaltim,
Kami menyampaikan kepada kantor pusat basarnas untuk berkomunikasi dengan gubernur kaltim yang nantinya gubernur akan menyampaikan ke daerah-daerah bergotong royong bersama-sama berkontribusi untuk memenuhi kelengkapan dan kebutuhan basarnas kaltim”, Ujar Abduloh.

Abdulloh meminta kepada Basarnas Kaltim untuk dapat bertemu dengan gubernur Kaltim agar dapat saling bersinergi terkait kebutuhan apa saja yang menjadi prioritas untuk mendukung pekerjaan ketika terjadi bencana alam “Kita sebaiknya duduk bersama dikomandoi oleh gubernur .apa masing-masing daerah di kaltim ini dapat berkontribusi untuk melengkapi kebutuhan basarnas kaltim. Saya harap basarnas kaltim dapat berkomunikasi dengan basarnas pusat dengan semacam himbauan atau penugasan daerah untuk berkontribusi aktif”, jelasnya.

Ketua komisi IV Muhammad Taqwa mengaku miris dengan kondisi Basarnas Kaltim yang minim sarana dan prasarana namun memiliki tugas besar ketika terjadi bencana alam. “Karena mohon maaf hari ini yang belum mendapatkan suporting dari vertikal basarnas.mudah – mudahan ini jadi momen kedepannya kita bisa saling bersinergi.karena setiap kejadian dilapangkan. Basarnas selalu menjadi partner namun kita belum membahas posisi basarnas. Karena koordinasi nya langsung dari presiden ternyata kondisinya sangat miris.point paling penting hari ini adalah silahturahmi” Jelas Taqwa. (Dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *