Komisi II DPRD Balikpapan RDP Bersama Disdag Bahas Polemik Pembangunan 45 Petak di Pasar Klandasan

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BALIKPAPANUPDATE – Pembangunan 45 petak di bekas lokasi kebakaran pasar klandasan kembali menuai polemik, pasca pedagang pasar mendatangi kantor dewan 2 hari yang lalu membuat Komisi II DPRD Balikpapan mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala UPT Pasar Klandasan La Assa, dan kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman serta perwakilan pedagang pasar pada rabu pagi (22/9/21).

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan H. Haris meminta kepada kepala dinas perdagangan untuk segera menyelesaikan permasalahan terhadap aduan pedagang pasar yang tidak terima dengan adanya pembangunan 45 petak yang disinyalir tidak tepat sasaran dan merugikan sebagian pedagang pasar yang seharusnya mendapatkan lapak akibat musibah kebakaran hebat pada 20 mei 2012 lalu “Kami minta kepada dinas perdagangan coba masalah ini diselesaikan terlebih dahulu bagaimana mencarikan solusi terbaik apalagi Sudah terbangun 45 petak”, Kata Haris.

Lanjut Haris, Dinas Perdagangan seharusnya lebih transparansi dalam mensosialisasikan dan mendata pedagang penerima program pembangunan 68 lapak di bekas lokasi kebakaran kepada pedagang lama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antar pedagang sehingga muncul persepsi dugaan lapak disewakan untuk pedagang luar “Dalam program dinas perdagangan dalam blauran itu ada rencana pembangunan 68 petak, yang secara administratif masih dalam tahap proses, mana yang tidak aktif membayar akan diserahkan kepada pedagang yang terkena dampak kebakaran ini.nah dengan adanya pembangunan 45 ini menimbulkan pro dan kontra”, terang Haris.

Haris akan terus mendalami permasalahan ini jika nantinya ditemukan pelanggaran maka pihaknya tak segan meminta pembongkaran apalagi pembangunan ini dilakukan atas perintah UPT “Kami minta selesaikan permasalahan disana. Kalo pun bisa cepat dan melanggar apa boleh buat harus dibongkar apalagi baru selesai sengketa” Ujar politisi PDIP ini.

Kepala Dinas Perdagangan Arzaedi Rachman mengaku memang benar ada 68 petak yang rencananya akan dibangun namun itu hanya sebatas renovasi dan perbaikan dan jika pembangunan selesai pedagang dapat segera menempati “Kan di dalam ada 68 petak, Yang perlu kita renovasi dan perbaiki, kita kasih waktu nanti sambil kita merapikan kalo rapinya Oktober masuknya November”, ujar Arzaedi Rachman.

Ditanya terkait dugaan praktik jual beli lapak pedagang yang menjadi keresahan pedagang pasar, Arzaedi mengaku tak tahu menahu persoalan itu “Aq gak tahu masalah itu”, terangnya. (Dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *