PAD 2021 Baru Tercapai Rp 405 M Dari Target Rp 485 M, BPPRD Genjot Program Penghapusan Denda Pajak

BAGIKAN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BALIKPAPANUPDATE  – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan dari sektor pajak, Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Balikpapan Haemusri menegaskan akan memberikan relaksasi berupa penghapusan denda bagi wajib pajak yang telah membayar pajak dibulan September 2021 ini, karena sampai akhir bulan agustus lalu pencapaian PAD Balikpapan baru sekitar Rp 405 Miliar atau lebih dari 70 persen “Yang perlu diingatkan kepada wajib pajak yang punya piutang pajak ada relaksasi pemerintah berikan di bulan September ini  karena kita cari uang,  bayarlah dibulan September ini kita hapuskan semua dendanya”, Ujar  Haemusri.

Ada 9 jenis pajak daerah yang akan diberikan relaksasi yaitu pajak hotel,restoran, parkir, reklame, hiburan, penerangan jalan.Air bawah tanah, sarang walet serta mineral bukan logam dan batuan, relaksasi diberikan untuk masa pajak mulai tahun 2016 sampai tahun 2020 “Untuk  Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) denda juga dihapuskan mulai dari tahun 2010 sampai dengan Tahun 2021” katanya.

Penhapusan denda pajak daerah tersebut diharapkan mampu meningkatkan capaian target pajak tahun 2021 sekitar Rp 485 Miliar yang turun Rp 29 Miliar dari target awal Rp 511 Miliar karena kemungkinan sulit tercapai ditengah kondisi masih pandemi ini, Namun seiring membaiknya sektor perekonomian dan dibukanya kembali akses pariwisata dan hiburan secara terbatas target PAD tahun 2022 Rp 850 Miliar diperkirakan bisa tercapai tentunya dengan menerapkan strategi dan program seperti menaikkan NJOP(Nilai Jual Objektif Pajak) ditahun 2021 dan tahun 2022 disektor perumahan, ditargetkan tahun ini dapat meraih Rp 160 Miliar dari sebelumnya Rp 120 Miliar “PBB Kita masih diangka 40 persen, Masih 4 bulan yah, kita mudah-mudahan dari 4 bulan ini bisa membantu warga wajib pajak untuk bisa melaksanakan kewajibannya , Kami sudah sepakat dengan komisi II kemudian begitu juga dengan strategi optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah di 2021 tentang progress program yang dilaksanakan”, Ungkap Haemusri. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *