Wisata Pantai Manggar Dibuka Kembali, Komisi II DPRD Balikpapan Anggarkan Perbaikan Fasilitas

BALIKPAPANUPDATE – Sudah 4 bulan terakhir ini objek wisata pantai manggar dibuka kembali untuk umum dengan aturan protokol kesehatan ketat, hasilnya Rp 1,2 Miliar berhasil diperoleh dari retribusi untuk menambah PAD pariwisata Balikpapan yang masih kurang Rp 700 juta demi tercapainya target Rp 1,9 Miliar di akhir tahun 2021.

Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid menuturkan guna mendukung tercapainya target PAD pariwisata berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan animo pengunjung pantai manggar dengan  memperbaiki sarana fasilitas umum seperti mengganti ikon patung beruang madu dan payung-payung pantai rusak yang rusak akibat cuaca ekstrem awal tahun 2021 serta abrasi pada bibir pantai manggar akibat gelombang tinggi Kita sepakat merubah patung beruang madu yang tumbang disana itu dengan ikon baru ikan pesut,  paling Krusial juga ancaman laut yang mulai menggerus, sepakat tadi itu dinas terkait (DPOP) harus bersurat ke dinas PU untuk menghitung biaya supaya bisa diambil dari BTT (biaya tidak terduga) karena kalau tergerus kedalam biayanya lebih banyak lagi dengan membuat pemecah ombak (breakwater) yang utama”, Ujar politisi PKS tersebut.

Fasilitas pendukung lainnya yang bakal ditambahkan adalah pengadaan mobil sampah khusus UPTD Manggar untuk mengatasi membludaknya tumpukan sampah di akhir pekan Kita sepakat Rp 900 juta untuk pengadaan mobil sampah UPTD Manggar agar mempunyai alat sendiri” kata Syukri.

Peningkatan fasilitas umum di areal pantai manggar diharapkan dapat mendongkrak PAD Balikpapan yang kini Turun sekitar Rp 31 Miliar, karena biasanya sebelum masa pandemi restribusi pariwisata dapat menyumbang Rp 4 Miliar pertahun Kita sepakat anggaran baru di perubahan ini untuk pantai manggar Rp 1,6 M dengan pembuatan gapura baru, perbaikan areal parkir untuk menunjang kegiatan destinasi wisata”, tutur Syukri. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *