Dishub Usulkan Rp 70 M di APBD-P 2021 Untuk Perawatan dan Pemasangan PJU Baru

BALIKPAPAN – Sebanyak 1.310 penerangan jalan umum (PJU) baru di Kota Balikpapan kini semuanya telah  terpasang, mulai dari km 0 sampai km 1,5 jalan soekarno hatta, Median jalan MT. Haryono, terminal Damai hingga Balikpapan Baru.

PJU menjadi salah satu dari program prioritas visi misi Wali Kota Balikpapan melalui RPJMD 2021-2025 yang wajib untuk segera dirampungkan, namun dari data Dinas Perhubungan masih butuh 652 unit PJU baru untuk dikawasan minim penerangan seperti KM 13 hingga pelabuhan peti kemas Balikpapan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan Dishub telah mengusulkan anggaran di APBD Perubahan 2021 sebesar RP 70 Miliar, namun dirinya meminta untuk menambah anggaran karena pentingnya PJU bagi kenyamanan masyarakat kota Balikpapan ketika berkendara, masih ada ditemukan PJU mati dan belum tersedia  tidak hanya di jalan protokol namun juga di jalanan perumahan warga “Dishub usulan perubahan sekitar Rp 70 Miliar, sisa Rp 20 miliar artinya anggaran tidak dipotong kami usulkan ada penambahan PJU Rp 3 M yang kemarin dihapus kita minta  itu dimunculkan lagi karena ini juga merupakan visi misi wali kota”, Ungkap Alwi.

Banyaknya anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung RPJMD wali Kota Balikpapan membuat Dishub  memangkas biaya-biaya bersifat tidak urgensi seperti kegiatan fisik dan difokuskan pada biaya perawatan dan  gaji  “Yang jelas semua anggaran OPD perjalanan dinas pun dikurangi karena kita defisit itu dikurangi semua tapi kita minta ditimbulkan untuk PJU karena lampu jalan ini dikeluhkan oleh masyarakat”, Ujar Politisi Partai Golongan Karya.

PJU di kawasan kariangau juga sangat dibutuhkan karena ditahun 2022 mendatang akan dibangun rumah sakit baru dan jembatan dikawasan tersebut “nah jembatan kariangau ini merupakan visi misi wali kota ternyata masih kajian dan DEDnya udah selesai bulan desember 2021, nantinya rumah sakit dibangun tahun 2022 dan itu bisa digunakan juga warga masyarakat sekitar” Pungkasnya.

Alwi berharap nantinya jika PPKM ini berlalu, perekonomian di Balikpapan dapat normal kembali sehingga berdampak pada penambahan Pendapatan asli daerah untuk mendukung sarana dan prasarana pelayanan publik “kita berharap kedepannya PPKM ini gak selalu diperpanjang sehingga sangat merindukan ekonomi kita semoga PAD nanti semakin bertambah”, Tambahnya. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *