Waduk Telaga Sari Akan Dilapisi Biotek Blanket, Akhir Tahun 2021 Sudah Bisa Terisi kembali !

BALIKPAPANUPDATE –  Investigasi menyusutnya Waduk telaga sari di Jln Piere Tendean-Martadinata, Balikpapan pada 17 mei 2021 lalu telah terungkap, penyebabnya kebocoran pada lapisan tanah pada waduk. Kejadian yang sempat menghebohkan warga kota Balikpapan kala itu kini sedang memasuki masa perbaikan waduk dengan cara melapisi tanah dengan biotek blanket atau lapisan kedap air dengan mengupas tanah terlebih dahulu sesuai rekomendasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Andi Muhammad Yusri menerangkan untuk melapisi tanah dengan biotek blanket masih perlu dikonsultasikan proses pengerjaannya agar tidak terjadi kebocoran lagi dan segera berfungsi kembali diakhir tahun 2021 “Telaga sari sudah cleaning fisiknya, untuk investigasi udah selesai, konsep anggaran sudah disiapkan oleh konsultannya, ini sebenarnya sudah mulai melaksanakan kegiatan di lapangan disana nanti kita akan bersihkan kemudian dilapis dengan biotech blanket, lapisan kedap air dikupas dulu sesuai rekomendasi perencanaan , mudah-mudahan kita bisa selsaikan di akhir tahun ini dan bisa berfungsi seperti semula”, Ujar Andi ketika diwawancarai awak media usai RDP Komisi III senin (13/9/21)

Pekerjaan akan segera dilakukan setelah pemenang tender ditetapkan dengan memenuhi persyaratan diantaranya memiliki kemampuan secara finansial dan teknis karena proses pekerjaan menggunakan anggaran BTT (belanja tidak terduga) dengan kisaran nilai Rp 1,7 Miliar sampai  Rp 2 Miliar “karena kalau didanai menggunakan BTT ini kan tidak ada pembayaran sampai pengerjaan selesai”, Kata Andi.

Sementara untuk penanganan banjir di Kota Balikpapan Dinas PU telah dianggarkan menggunakan APBD Perubahan sekitar Rp 20 Miliar di tahun 2021, dengan sistem Multiyears selama 3 tahun kedepan menggunakan anggaran murni dan perubahan tahun 2022 dan 2023 Komisi tadi sudah minta persentase progress kegiatan di tahun 2022 ini dan apa saja yang diperlukan untuk perubahan , untuk masalah banjir skema multiyears itu sekitar Rp 20 Miliar diperubahan 2021 ini”, Ungkapnya. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *