DPOP Rangkul Pengelola Wisata Alam Swasta Untuk Dijadikan Destinasi Wisata Baru Balikpapan

BALIKPAPANUPDATE  – Munculnya berbagai destinasi baru wisata alam yang dikelola secara swasta di Kota Balikpapan menarik perhatian DPOP (Dinasi Pemuda, Olahraga dan Pariwisata) untuk dijadikan sebagai promosi destinasi baru objek wisata Kota Balikpapan di tahun 2022 mendatang.

Hadirnya objek wisata baru seperti desa bamboo, Pantai Tanjung Bayur, dan Bukit Kebo di KM 8 menurut Kepala DPOP Balikpapan Dortje Marpaung menjadikan pariwisata Balikpapan lebih berkembang  sehingga masyarakat mempunyai alternative pilihan tempat rekreasi bersama keluarga tercinta “kami dari dinas pariwisata melihat bertambahnya destinasi , orang tujuannya makin banyak apalagi wisata alam dalam masa covid sekarang ini mencari yang segar, tergantung pengelolanya siapnya kapan apakah mau diakhir tahun ini dijadikan destinasi wisata baru , tapi kami sudah masukan ini sebagai agenda objek wisata baru sama dengan desa bambu dan  tanjung bayur akses jalannya harus diperhatikan”, Ujarnya dijeda waktu istirahat rapat Banggar DPRD bersama OPD (14/9/21).

Dortje sangat mengapresiasi dan bangga menyambut adanya destinasi wisata yang dikelola swasta secara professional, karena jika pemerintah yang membuka objek wisata baru memerlukan banyak persyaratan untuk dipenuhi seperti anggaran untuk membuka lahan, sarana dan prasarana fasilitas, Izin di BPKAD, Hukum dan lainnya “Saya malah apresiasi dan bangga menyambut kalau swasta bisa menyediakan destinasi karena keterbatasan dari pemerintah”, Ungkapnya.

Untuk dapat dijadikan objek baru destinasi Balikpapan, DPOP perlu berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak pengelola wisata swasta tersebut agar nantinya pemerintah dapat menyediakan Sapta Pesona bagi pengunjung sehingga dapat ditarik retribusi untuk menambah Pendapatan asli daerah “Misalnya mau diberlakukan tiket jangan sembarangan nanti orang complain harus ada sapta pesona sebagai destinasi wisata seperti harus nyaman, bersih, aman dan terakhir itu kenangan bisa karena destinasi dan souvernir “, katanya.

Seperti halnya pantai manggar yang dikelola secara penuh oleh pemerintah Balikpapan, banyaknya pengunjung membuat pendapatan daerah meningkat drastis, Pasca penutupan panjang akibat pandemi covid-19 sejak awal 2020 lalu, adanya kelonggaran aturan PPKM level 4 di 2 bulan terakhir ini mendongkrak jumlah pengunjung dan retribusi “Pantai manggar full retribusi milik pemerintah, jadi setelah dibukanya PPKM ini agak longgar jadi sekarang Rp 1,2 M  – Rp 1,5 M PADnya padahal 2 bulan yang lalu tutup”, kata Dortje Marpaung. (dy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *