RDP Komisi IV DPRD Balikpapan Bersama DKK, Pasien Isolasi Mandiri Harap Diperhatikan

BALIKPAPANUPDATE – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama (Dinas Kesehatan Kota) DKK Balikpapan secara virtual di ruang rapat gabungan DPRD Kota Balikpapan pada senin pagi (26/7/21). RDP dilakukan secara terbatas dikarenakan masih berlakunya PPKM Level 4 di Kota Balikpapan, sehingga hanya dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Budiono dan Anggota dewan Parlindungan Sihotang.

Setelah berdiskusi bersama Kepala DKK Balikpapan dr, Sri Andi Juliarty selama 3 jam lebih, Budiono mengungkapkan saat ini penanganan terhadap pasien terkonfirmasi positif yang diharuskan isolasi mandiri dirumah sebaiknya diperhatikan agar dapat memantau perkembangan pasien dan meminimalisir angka kematian terutama dalam hal pendistribusian obat-obatan “Seharusnya yang terpapar dalam penanganan medis, karena kalau isolasi mandiri dirumah kita tidak tahu sampai sebatas mana kesehatan kita tapi dengan kondisi ditangani medis, ada langkah tindakan yang dilakukan segera mungkin”, Ujar Budiono diwawancarai awak media usai RDP.

Untuk program vaksinasi sendiri saat ini pencapaian targetnya dari total 520 ribu jiwa penduduk kota Balikpapan yang menjadi sasaran vaksinasi, dosis pertama 10 persen dan dosis kedua 21 persen, Budiono menilai program vaksinasi tersebut merupakan upaya langkah terbaik yang dapat dilakukan pemerintah saat ini untuk memutus mata rantai penularan termasuk juga pembatasan kegiatan “artinya harapannya kita nanti karena covid-19 ini belum ada obatnya hanya salah satunya upaya pemerintah yaitu melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat, memberikan kekebalan masyarakat melalui vaksinasi , itu harus kita dorong semua”, Jelas Politisi PDIP ini.

Dirinya juga mengaku mendapati beberapa keluhan dari warga terkait fasilitas layanan hotline kesehatan yang responnya dinilai lamban termasuk juga informasi program vaksinasi yang seringkali bermasalah ketika gelombang pendaftaran telah dibuka  “Vaksinasi sulit diakses ada beberapa instansi vertical yang mengadakan namun semua pelaksanaan dilakukan oleh DKK Balikpapan,Kami harap ada perbaikan dari call center, sebelum masuk kesana ada arahan dulu dari DKK ini ditangani bagaimana apakah cukup dirumah sakit darurat ataukah di ICU karena pihak rumah sakit yang tahu itu nanti dibuatkan call center termasuk pendaftaran vaksinasi via online”, Terangnya.

Perkembangan rumah sakit darurat di embarkasi Haji Batakan saat ini masih dalam proses perekrutan karyawan yang masih minim peminat, namun Budiono optimis keluhan rumah sakit penuh dapat teratasi dengan kehadiran rumah sakit darurat yang menjadi solusi tepat penanganan pasien covid-19 gejala sedang dan berat jika terjadi outbreak “Dari 6 dokter hanya 2 yang mendaftar, dari sekian perawat masih kurang targetnya, itu kan juga menjadi kendala karena nakes sendiri juga sangat terbatas, mereka mungkin akan mendapatkan vaksinasi tahap 3, RSUD Beriman akan kita jadikan rumah sakit khusus penanganan covid-19 dan rumah sakit darurat akan jadi solusi kita”, terangnya, (dedy/bu)B

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *