Antisipasi Outbreak Covid-19 di Kota Balikpapan, Pemkot Ubah Embarkasi Haji Jadi Rumah Sakit Darurat

BALIKPAPANUPDATE – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Balikpapan yang sempat mencapai 500an kasus pada selasa lalu (13/7/21) menjadi kekhawatiran Pemkot Balikpapan dalam penanganan jumlah pasien yang terus meningkat setiap harinya, bergerak cepat menggunakan ketersediaan anggaran yang ada Pemkot Balikpapan berencana mengubah Embarkasi haji menjadi Rumah sakit darurat yang berlokasi di Batakan Balikpapan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Kepala DKK Balikpapan dr. Sri Andi Juliarti yang mengatakan memang benar rumah sakit darurat tengah dipersiapkan Pemkot Balikpapan yang saat ini masih dalam proses perekrutan karyawan tenaga kesehatan meliputi sopir ambulance, ATLM, dokter Umum , dan Perawat.  Rumah Sakit darurat ini sengaja dipersiapkan sebagai antisipasi jika kasus positif covid-19 meledak sampai ribuan orang. “Memang sebaiknya RSUD beriman difokuskan dulu jadi rujukan utama, kemudian embarkasi haji paling siap jika terjadi outbreak yang lebih besar lagi, kami  sudah open rekrtumen tenaga sudah kami share kan ke masyarakat, itu bagian dari tahapan persiapan”, terang dokter yang biasa disapa bu dio ini.

Menurut bu dio pemilihan embarkasi haji sebagai rumah sakit darurat udah diperhitungkan jauh hari,mulai dari ketersediaan listrik, air, lokasi yang luas dan fasilitas yang mumpuni termasuk juga ketersediaan oksigen yang menjadi prioritas utama bagi pasien bergejala berat “Sudah kita pikirkan dan pertimbangan memang terbaik disitu, dari lokasi saran dan prasarana udah siap juga, kemudian kita tambahkan tabung oksigen , pengadaan ambulan, membuat rumah sakit tidak bisa tiba-tiba, tapi ini proses berjalan”,  Pungkasnya,

Saat ini RSUD Beriman menjadi rujukan pasien covid-19 dan pelayanan poli klinik tetap dibuka namun jika pasien non covid-19 rawat inap bisa dirujuk ke rumah sakit swasta yang tersebar di Balikpapan “Makanya persiapan RSUD beriman yang diutamakan , mengalihkan semua kamar tidak ada lagi pasien non covid yang berobat kesana, jadi kami sudah bersurat kerumah sakit lain dan mengkomunikasikan dengan Kacab BPJS bahwa nanti akan ada rujukan pasien non covid-19 yang datang ke RSUD Beriman ke RS lainnya, sudah menuju kesana bertahap”, jelasnya.

Ditanya soal meningkatnya kasus terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan disebabkan oleh adanya varian delta, bu Dio menjawab masih menunggu hasil specimen dari Puslatkes Pusat untuk mengetahui secara klinis apakah benar varian delta sudah masuk di Kota Balikpapan “Kami berharap hasil pengiriman specimen kami untuk pemeriksaan dari WGS itu keluar karena untuk menyatakan itu ada (varian) harus ada penelitian ilmiah dari lab, sudah sebulanan”, Ujarnya.

Jika diamati dari gejala dan penyebarannya kian massif, indikasi varian delta memang sudah ada di Balikpapan “Kalau melihat dari perubahan gejala makin cepat, 4 hari langsung driop dan sesak, tapi kan kita masih harus menunggu di puslatkes”, Tambahnya. (ded/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *