Rapat Pansus Penyertaan Modal Perumda Manuntung Sukses, Bedah Nilai Aset Rp 45 Miliar Yang Masih Bermasalah

BALIKPAPANUPDATE  – DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Pansus (panitia khusus) dengan agenda Pembahasan penyertaan modal dan konsolidasi total aset Perumda Manuntung Sukses Kota Balikpapan  bertempat di Ruang rapat paripurna DPRD pada senin siang (14/6/21).

Rapat Pansus dipimpin langsung oleh ketua pansus Aminuddin dan anggota dari fraksi lain. Sedangkan Perumda Manuntung Sukses diwakili oleh Direktur Operasional Zainal Abidin beserta Staffnya.

Dalam rapat keempat kali ini, pansus ingin Perumda Manuntung Sukses agar lebih transparansi terkait laporan kepemilikan aset dari penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Kota berupa aset sebesar Rp 37 Miliar dan tambahan Rp 8 Miliar dari Laba Bersih Tahun 2015 sehingga total modal yang diberikan Rp 45 Miliar, Menurut Ketua Pansus Aminuddin Ketidakhadiran Direktur utama Purba Wijaya pada rapat pansus membuat informasi yang disampaikan kurang akurat “kita yakin beliau yang banyak tahu, makanya mungkin kita akan adakan rapat pembahasan berikutnya dengan melibatkan stakeholder yang terlibat didalamnya”, Ujar Anggota Komisi II DPRD Balikpapan ini.

Permasalahan berikutnya terkait adanya temuan deposito membengkak di Perumda Manuntung Sukses senilai Rp 16 Miliar yang disimpan di Bank BRI, BPD, dan Bank Mega “Menunggu uang dari sertifikat deposito itu karena antara yakin dan percaya apakah uang tersebut ada, itu sudah dijawab oleh bang zen memang betul ada, Mudahan-mudahan 2-3 hari ini sudah dapat informasi, kita yakin mereka pasti punya lah tak perlu diminta”, Lanjut Aminuddin.

Berdasarkan Perda No 4 tahun 2018 tentang penyertaan modal, Bahwa Pemerintah daerah hanya punya kewajiban Rp 50 Miliar terhadap Perumda dan itu sudah terpenuhi sehingga Perumda tak perlu lagi diberikan Modal, Anggota Pansus Mieke Henny menilai adanya aset tidak bergerak berupa Bus yang merupakan hasil dari visi misi Wali Kota Rizal Effendi untuk menyediakan sarana transportasi gratis bagi siswa sekolah dengan nilai perawatan mencapai Rp 1 Miliar Pertahun untuk 6 unit bus dianggap tak masuk akal karena tahun 2020 hingga saat ini sistem pembelajaran Offline dihentikan akibat pandemi covid-19 “Sekarang saya tanyakan bus ini masih ada gak, Bote itu sudah besi tua kan”, tegas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Anggota Pansus Lainnya Alwi Al Qadri berharap Perumda Manuntung Sukses dapat memberikan mutasi rekening Koran dari tahun pertama deposit hingga 2021 agar pansus dapat lebih mengetahui kemana saja aliran dana tersebut tersebar “jangan sampai uangnya masuk ke rekening pribadi, karena rekening Koran pasti keliatan larinya kemana,” Ujar Ketua Komisi III ini.

Aminuddin meminta usulan dari masing-masing Fraksi untuk segera dipenuhi oleh Perumda Manuntung Sukses seperti laporan mutasi rekening Koran, laporan Aset tidak bergerak di luar pulau, laporan aset tidak bergerak seperti bus dan sertifikat deposito karena pansus merasa kesal dengan Kurangnya pendataan yang dilaporkan oleh Perumda Manuntung Sukses “Kalo berbicara hasil belum bisa kita simpulkan karena  masih banyak yang lubang yang kurang,bahkan teman-teman ada yang mengusul kalo bisa ditutup saja pansus perumda ini”, Jelas Aminuddin.

Direktur Operasional Zainal Abidin yang dilantik tahun 2019 ini akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi permintaan Pansus dipertemukan berikutnya yang akan dijadwalkan ulang dalam bulan ini “Nanti dipertemuan berikutnya kita bawakan”, Singkatnya. (dedy/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *