Terkait Penutupan Tempat Wisata Saat Libur Lebaran, Subari : Harus Juga Diperhatikan Ekonomi Masyarakat !

BALIKPAPANUPDATE – Guna pengendalian penyebaran pandemi Covid-19 di kota Balikpapan, Satgas Covid-19 Balikpapan secara resmi mengeluarkan kebijakan baru melalui surat edaran Nomor 300/1701/Pem tentang penutupan sementara tempat wisata, fasilitas umum, pusat belanja (mall) dan pengaturan jam operasional kegiatan usaha pada masa bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1442 H/2021. Ditandatangai langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada senin 4 mei 2021 lalu berdasarkan hasil kesepakatan Rapat Koordinasi Pemkot Balikpapan bersama unsur Forkopimda Balikpapan 28 april 2021 bertujuan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Balikpapan terutama di hari keagamaan besar.

Belaku sejak 5 mei hingga 16 mei 2021, Posko terpadu pengawasan dan pendisplinan protokol kesehatan didirikan di 8 tempat yaitu Ewalk, Pentacity, Plaza Balikpapan, Balikpapan Ocean Square, Mal Fantasi Balikpapan Baru, Living Plaza, Plaza Rapak, dan Kawasan Kuliner pasar Segar. Temasuk juga penutupan objek tempat wisata Mulai 13 Mei sampai 16 Mei 2021 meliputi Pantai manggar, Pantai lamaru, Pantai Nirmala, pantai kemala Beach, pantai kilang mandiri, penangkaran buaya teritip, kebun raya Balikpapan, KWLH km 23 balikpapan, Mangrove center graha indah, fasilitas umum kawasan lapangan merdeka-melawai, monpera, lokasi pembangunan pangkalan AL , taman tiga generasim taman bekapai, taman lalu lintas sepinggan, DOME, dan kawasan grand city.

Menanggapi tutupnya tempat wisata pada saat libur lebaran, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Subari menilai sektor perekonomian harus juga diperhatikan pemerintah Kota Balikpapan terutama bagi pelaku UMKM yang berjualan disekitar tempat wisata, karena penutupan ini tentunya menyebabkan penurunan penghasilan pedagang dan berdampak pada PAD Balikpapan di sektor retribusi Harus juga diperhatikan ekonomi masyarakat, karena dua hal itu tidak bisa dipisahkan berharap pemerintah memperhatikan ekonomi, artinya masyarakat  merasa ekonominya berjalan protokolnya juga bisa berjalan dengan baik”, Tuturnya.

sehingga perlu adanya kelonggaran kebijakan dengan mempersilahkan warga balikpapan untuk berlibur namun dengan memperketat prorokol kesehatan “Harusnya ini yang menjadi evaluasi pemerintah kota, karena ini berdampak masyarakat kecil yang usahanya ada disekitar  pantai manggar dan lainnya yang berimplikasi pada pendapatan asli daerah”, tambahnya. (dedy/rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *