Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Dukung Gubernur dan Pemkot Terkait Dimulainya Pembelajaran Tatap Muka

BALIKPAPANUPDATE – Terkait polemik dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah yang baru-baru ini dilarang oleh Gubernur Kaltim Isran Noor dikarenakan tingkat penularan covid-19 di kaltim masih tinggi dan tak mau ambil resiko, ditanggapi oleh Kepala Disdik Balikpapan Muhaimin yang mengisyaratkan akan tetap melanjutkan PTM (pembelajaran tatap muka) pada bulan Juli mendatang sesuai dengan surat keputusan bersama 4 menteri . Pertimbangan Muhaimin cukup beralasan karena tenaga pendidik telah dvaksin 63 persen dan pertimbangan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Balikpapan sekarang berangsur menurun setelah adanya program vaksinasi.

Anggota DPRD Komisi IV Sandy Ardian mengaku mendukung keputusan baik dari gubernur Kaltim dan pemerintah Kota terkait dimulainya Pembelajaran Tatap Muka di Kota Balikpapan yang terpenting selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, mengecek suhu dan segala macam  standar kesehatan harus dijalankan “Karena jalur komunikasi dari kementrian apakah mengikuti petunjuk dari gubernur ataukah dari kementrian, nanti jalur mana yang akan diperbolehkan, Yang penting pertimbangan aspek keselamatan, keamanan, kesehatan itu yang paling utama ,jika semua terpenuhi kami mendukung, karena sudah cukup lama setahun lebih kita tidak belajar tatap muka”, Ungkapnya,

Mengenai perlunya siswa divaksinasi, Sandi berharap semua warga Balikpapan divaksin, namun keterbatasan jumlah vaksin membuat Tenaga pendidik, pelayanan publik, dan lansia menjadi prioritas utama dalam pemberian vaksin “Idealnya sih semuanya divaksin tapi karena keterbatasan ketersediaan vaksin jadinya skala prioritas diutamakan tenaga pendidik” Tuturnya,

 Menurutnya ada suatu semangat lebih yang dirasakan pelajar jika bertemu guru langsung jika disbanding melalui virtual “Sangat berbeda, dari interaksi social, kedisplinan, dan pengembangan kepribadian siswa itu berbeda ketika jika bertemu tatap muka dengan guru”, Tambahnya.

Bulan Desember 2020 lalu Anggota dewan turut meninjau simulasi tatap muka di SD 001 yang telah siap secara protokol kesehatan dan aturan sekolah dimasa pandemic namun terpaksa ditunda dikarenakan kasus terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan kian meningkat “Sebenarnya mereka sudah bersiap-siap mulai dari ruangan diseting kapasitas terbatas, tersedianya hand sanitizer, tempat cuci tangan, sebenarnya sudah pernah disimulasikan”, jelas Sandy Ardian (dy/rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *