Kasus Kematian Covid-19 Capai 3,7 Persen, dr. Andi Sri Juliarty : Kita Perbaiki Dari Hulu Ke Hilir

BALIKPAPANUPDATE – Kasus meninggal dunia pasien covid-19 di Kota Balikpapan sampai hari sabtu (20/2/21) sebanyak 459 kasus kematian atau telah mencapai 3,7 persen dari total kasus, melebihi target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu dibawah 3 persen. Juru Bicara Satgas Covid-19 Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty menerangkan saat ini tindakan yang harus dilakukan untuk menekan angka penyebaran covid-19 adalah dari hulu ke hilir “dari hulunya ini upaya pencegahan covid-19 dan pengendalan dini gejala covid-19, jangan menunggu sesak nafas baru kerumah sakit, karena teman-dirumah sakit sulit menangani jika sudah terlambat, kedua di hilirnya harus ada penguatan ICU baik alat kesehatan yang baik didalamnya maupun dari SDM.  penanganan kasus emergency covid-19 di ICU, kita liat sejak pandemi ini tambahan kasus dari bulan desember hingga sekarang yang bertambah pesat itu jumlah kamar tidur isolasi, karena susah menambah ICU instalasinya besar, lebih baik bekerja di hulu”, Ucapnya.

Melalui perbaikan dari hulu ke hilir dengan gerakan ketua RT dan satgas covid-19 balikpapan dengan PPKM skala mikro di lingkungan RT dapat mencegah lebih cepat tracing sehingga tidak jatuh dalam kondisi berat. Menurut bu dio hampir semua klaser terpapar covid-19 seperti di perkantoran, tenaga kesehatan, pegawai perusahaan migas termasuk anggota TNI-Polisi dan pemerintahan Nanti ada rencana akan dilakukan peninjauan ke perkantoran. Yang paling sering kena perbankan, kantor pemerintahan, kantor swasta”, terang kepala DKK Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty.

Terkait 300 tenaga kesehatan yang belum bisa melaksanakan vaksinasi pada pemberian tahap pertama bulan januari lalu karena sakit ataupun gugur dalam pemeriksaan kesehatan, kini ada peluang bagi nakes untuk mendapatkan tiket pemberian vaksinasi “Muncul edaran kementrian jika nakes ditunda vaksinasi karena penyintas atau ditunda karena komorbid itu bisa masuk, tekanan darah kan sebelumnya dibatasi 140/90 sekarang sampai 180 masih bisa divaksin”, terangnya. Kegiatan vaksinasi tahap satu dosis kedua bagi tenaga kesehatan saat ini telah mencapai 103 persen dengan jumlah hampir 6.000 tenaga kesehatan dan masih terus berjalan. (dy/rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *