Komisi III DPRD Kota Balikpapan Soroti Kinerja ULP, Proses Lelang Sarat Politisasi

BALIKPAPANUPDATE – Komisi III DPRD Kota Balikpapan melakukan RDP (rapat dengar pendapat) dengan ULP (unit Layanan Pengadaan) LPSE Pemkot Balikpapan membahas 2 permasalahan yang menjadi temuan komisi III, pertama soal lelang di tahun 2021 ini lebih cepat tayang di LPSE yaitu bulan januari, padahal seharusnya tayang di bulan 3 dan 4. Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri menjelaskan dirinya tak sepakat apabila lelang tersebut dipercepat karena ada unsur politiknya, yaitu adanya pergantian wali kota sehingga proses lelang dipercepat kecuali jika mengejar percepatan pembangunan sebelum akhir tahun menurut saya ini salah, alasan ULP karena ingin tidak ada keterlambatan, saya sih gak ada masalah kalau lelang itu dipercepat supaya tidak ada keterlambatan  diakhir tahun saya sepakat”, Kata Alwi Al Qadri ketika diwawancarai awak media usai RDP pada rabu siang (3/2/21) bertempat di kantor DPRD Kota Balikpapan.

Menurutnya paket pengadaan barang yang tersedia di LPSE belum ada kontrak bernilai tinggi dengan kontrak muliyears yang mengharuskan lelang dibuka lebih awal untuk mempercepat proyek pembangunan “Kalau ada pembangunan gedung Rp 2 sampai RP 50 miliar mungkin memakan waktu cukup lama, Tapi ini juga tidak ada pengerjaan yang besar, sehingga cukup aneh loh”, Tuturnya.

Permasalahan kedua tentang kinerja ULP di tahun ini agar lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya agar tidak ditemukan lagi keterlambatan, termasuk pihak-pihak yang melakukan intervensi untuk memenangkan penyedia jasa Si A dan si B, contohnya kasus warung pujisera yang terdapat di kawasan wisata pantai segara sari manggar mangkrak setelah kontraktor kabur usai mendapatkan kucuran dana 30 persen dari nilai kontrak yang dibuat, sehingga dirinya berharap di tahun ini para pemenang lelang dapat berkualitas dengan cara menambah kualifikasi persyaratan untuk memperkuat penyeleksian penyedia tender seperti menyantumkam neraca keuangan  “Karena ini uang rakyat dan kami juga minta kalau bisa dalam tahun ini ikut lelang nol persen, gak perlu pake DP, karena akan terlihat pemenang berkualitas dan tidak, Kami meminta kalau bisa kepada pengikut lelang diperkuatkan neraca keuangannya, bahwa mereka adalah memang berhak menang dengan menampilkan rekening perusahaan 6 bulan terakhir dan mudah-mudahan tahun ini fairplay tetap ditegakkan”, jelasnya. (dy/rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *