Harapan Sembuh Pasien Covid-19 Melalui Terapi Plasma Konvalesen, PMI Hanya Miliki 5 kantong

BALIKPAPANUPDATE – Terapi plasma darah konvalesen kini menjadi perhatian sebagai salah cara untuk membantu mereka yang tengah berjuang melawan Covid-19. Menurut Dokter Penanggung Jawab Teknis PMI Kota Balikpapan dr. Eitin Defira, plasma konvalesen sudah dikenal sejak lama sebagai sebuah metode terapi. Dimana seorang penyintas covid-19 akan membentuk antibodi di tubuhnya setelah sembuh. Kemudian, antibodi itu akan disimpan dalam plasma darah orang tersebut. Nantinya para tenaga kesehatan (nakes) PMI Kota Balikpapan akan berusaha membantu, jika ada orang yang positif covid-19 dengan gejala berat.

dr. Eitin Defira mengatakan dari hasil pertama kali layanan donor plasma konvalesen dibuka di kantor PMI Kota Balikpapan pada sabtu 30 januari lalu hingga hari ini hanya didapati 5 kantong atau 5 orang dari puluhan orang penyintas yang ingin diambil plasma darah konvalesennya setelah dilakukan pengecekan anti bodi dan titernya yang harus seperdelapan puluh, jika kurang dari itu maka plasma darah tidak bisa diambil karena hasilnya tidak akan maksimal “Karena beberapa pendonor penyintas konvalesen ini gagalnya kebanyakan dari anti bodi sama titernya yang kecil sehingga yang kita dapatkan hanya 5 orang”, Ungkap  dr. Eitin Defira ketika diwawancarai awak media balikpapanupdate.com di ruang kantor PMI Kota Balikpapan pada senin siang (1/2/21).

Menurutnya terapi plasma Konvalesen harus berdasarkan rekomendasi dokter dan bukan permintaan pasien, terlebih biaya terapi yang relatif mahal membuat masyarakat tak bergantung pada terapi plasma konvalesen. Sebenarnya permintaan penyintas untuk pendonor plasma banyak namun akan percuma jika tidak memenuhi persyaratan “Kalau diambil hitungannya buang waktu sia-sia karena si penerima plasma ini harus mendapat antibody lebih besar dari penderitanya tidak akan berefek apa-apa”, Tuturnya.

Dokter Eitin Defira juga menerangkan syarat yang harus dimiliki sebelum seorang penyintas mendonorkan plasmanya yaitu :

  1. Berusia antara 18-60 tahun,
  2. Memiliki berat badan minimal 55 kilogram,
  3. Sudah pernah terinfeksi Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh,
  4. Tidak bergejala minimal 14 hari setelah sembuh,
  5. Diusahakan Berjenis kelamin laki-laki karena wanita itu pasti cenderung sudah pernah melahirkan dan punya anak dan hasil screnenig awal udah pasti gagal,
  6. Harus sudah pernah menjalani perawatan isolasi di rumah sakit bukan isolasi mandiri ataupun OTG (orang tanpa gejala) “Kita tidak mengambil yang OTG, kenapa? Karena  anti body dan titernya kita tidak dapatkan semaksimal mungkin, Sedangkan pasien yang kita ambil plasmanya itu yang gejalanya sedang sampai berat, pasien OTG biasanya gejalanya ringan sehingga mereka  isolasi mandiri”, Tambahnya.

Perlu dipahami pemberian terapi plasma darah konvalesen ini diutamakan kepada penderita covid-19 yang mengalami gejala berat karena covid-19 hidupnya di paru-paru Seperti sesak nafas yang berat karena covid-19 hidup di paru-paru atau disaluran nafas kita, jadi itu kunci utamanya”. Ujarnya.

Untuk penyimpanan,kantong darah plasma kovalesen dapat disimpan sampai 1 tahun dengan cara dibekukan, namun saat ini ketersediaan plasma darah sedang kosong di PMI Kota Balikpapan karena tingginya angka permintaan yang tidak diimbangi dengan lolosnya persyaratan bagi pendonor plasma yang menurut Dokter Eitin Defira ada 4 komponen penyakit yang harus kembali diperiksa setelah lolos kadar titer antibody yaitu penyakit hepatitis B, hepatitis C, HIV dan sipilis “kalau itu lolos dan antibody titernya bagus, kemudian hasil darah mencukupi akan kami proses”, Imbuhnya. (dy/rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *