Bapemperda DPRD Kota Balikpapan Setuju Pemberian Denda dan Pidana Kepada Pasien Isman Yang Melanggar Prokes

BALIKPAPANUPDATE  –  Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan menjadi sorotan banyak pihak, salah satunya pasien isolasi mandiri yang melanggar aturan protokol kesehatan berpotensi menularkan covid-19, hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Kota Balikpapan bersama Setdakot, Bagian Hukum, Bagian Umum, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertempat di ruang rapat paripurna pada selasa siang (2/2/21).

Menurut Wakil Ketua Bapemperda Syukri Wahid, ada sekitar 700 orang yang menjalani isolasi mandiri namun tidak terpantau oleh dinas terkait yang beresiko penambahan kasus covid-19 di Kota Balikpapan “karena banyak sekali di masyarakat. Yaitu kewajiban isolasi mandiri bagi mereka yang dinyatakan positif, data kita saat ini ada 700 yang isman positif tapi itu kan gak terpantau”, Ungkap Anggota Komisi II Syukri Wahid.

Dirinya berharap ada denda yang diberikan kepada pasien isolasi mandiri (isman) yang melanggar kewajiban sesuai perwaliMekanismenya sendiri ada di perwali, Ruhnya adalah Isman itu masuk dalam penegakan penertiban umum, Jadi jika ada yang melanggar kewajiban untuk isolasi mandiri akan dikenakan denda”,Terangnya.

Mengenai kasus penolakan pemakaman jenazah positif covid-19 di KM 15 oleh pihak keluarga di Balikpapan Utara juga menjadi perhatian Syukri Wahid untuk memberikan denda karena masuk ranah larangan umum, individu dan masyarakat “terkait penolakan terhadap jenazah Covid-19 akan dikenakan pasal pidana, Kita sepakat masuk ke pidana. Jadi kalau ada warga yang menolak prosedur pemakaman Covid-19 maka dia kita geser ke pidana”, jelasnya.

Termasuk juga pada beberapa kasus dimana terdapat pasien meninggal yang belum keluar hasil keterangan positifnya sudah dikubur menggunakan standar protokol kesehatan “Ada kasus juga yang kita perbincangkan itu kalau posisinya adalah dia meninggal, terus kemudian belum keluar status keterangan positif atau masih negatif,itu yang kita perdebatkan supaya tidak ada saling menyalahkan akhirnya kita menyerahkan kepada otoritas kesehatan terkait”. Tutupnya. (ad/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *