Review Film: Sobat Ambyar, Kisah Patah Hati Jatmiko Dikhianati Saras

BALIKPAPANUPDATE – “Patah hati ya dijogeti“. Itulah kalimat fenomenal dari sang maestro didi kempot yang kuat mengakar di kalangan anak muda yang jadi penggemarnya. Kalimat itu pula yang menjadi fondasi film Sobat Ambyar yang baru-baru ini tayang di Netflix.

Film Sobat Ambyar menangkap anggapan bahwa sebuah penderitaan bisa menjadi motivasi bagi seseorang untuk lebih baik lagi. Ini seperti nasihat Didi Kempot bahwa hati ambyar tidak perlu ditangisi, melainkan “dijogeti”.

Pelajaran berharga itu dirasakan oleh Bhisma Mulia yang memerankan sosok Jatmiko. Ia tak menyangka kisah percintaan yang dibangun susah payah dengan Saras (Denira Wiraguna) kandas karena orang ketiga. Jatmiko merupakan sosok pekerja keras dan memiliki usaha kafe kopi di Solo, Jawa Tengah. Namun ia tak bisa berkutik ketika berhadapan dengan Saras, mahasiswa cantik asal Surabaya.

Hampir separuh film ini hanya diisi dengan proses PDKT alias pendekatan Jatmiko ke Saras yang tak berkesudahan. Saras yang sudah paham jika si pemilik kafe menaruh hati padanya, berbalik menggoda Jatmiko karena tak kunjung menyatakan perasaan. Kedua karakter yang bertolak belakang ini disuguhkan sangat gamblang oleh sutradara Bagus Bramanti dan Charles Gozali.

Dalam film ini, sosok Saras digambarkan sebagai playgirl yang suka mempermainkan pria. Sedangkan Jatmiko sebagai pria polos yang cenderung menjadi budak cinta alias bucin dan selalu menuruti keinginan pasangan. Ke-bucin-an Jatmiko bahkan mendapat porsi yang sangat banyak dalam film ini. Mulai dari Saras minta dicarikan topik skripsi, menemani berkeliling kota Solo tempat ia berkuliah, hingga datang ke wisuda.

Bukannya membuat penonton senang, tingkah laku Jatmiko itu malah menjengkelkan bagi pemirsa karena tampak berlebihan dan tidak masuk akal. Ambil contoh ketika Jatmiko yang tidak berpikir panjang langsung memaafkan Saras padahal sudah terang-terangan diselingkuhi dengan pria kaya. Tidak hanya memaafkan, Jatmiko bahkan mau datang ke acara wisuda yang juga dihadiri kekasih baru Saras.

Selain penggambaran orang sakit hati yang terlalu berlebihan, dialog yang ditampilkan terutama campuran antara Jawa-Indonesia-Inggris terasa tak natural dan “ngadi-ngadi“. Rasa-rasanya tak setiap hari anak muda Jawa akan bertukar kata-kata seperti “Sas, i know you blenger karo insta story ku sing isi ne awakmu terus.” Dialog ini terkesan dimasukkan hanya agar penonton tahu film ini tentang anak muda era sekarang.

Sebagai film dengan konsep drama percintaan dan sedikit unsur musikal, kekuatan cerita film ini terbantu lewat beberapa bait lagu Didi Kempot yang sering kali muncul dalam film. Meski kurang pas dipadukan dengan gambaran kisah cinta anak muda zaman sekarang, beberapa lagu Didi Kempot cukup efektif membangkitkan semangat saya untuk kembali menonton sambil sesekali berjoget.

Semangat Charles dan Bagus membawa energi dan pesan lagu Didi Kempot sebenarnya patut diacungi jempol. Tak sekedar memutar lagu campursari milik Didi Kempot, mereka juga cukup baik memasukkan cuplikan mendiang The Godfather of Broken Heart itu dalam film ini. Didi Kempot yang juga duduk di jajaran eksekutif produser tampil di awal dan akhir film dalam format konser tunggal yang meriah. Bagi sebagian penonton, sensasi adegan itu seperti menonton konser langsung.

“Kami sangat menghormati keberadaan Mas Didi dan sobat ambyar, dan kami mencoba menangkap semangat mereka,” ujar Bagus pada Selasa (12/1).

Selain lagu Didi Kempot, unsur humor dan guyonan khas orang Jawa yang didapat dari karakter pendukung cukup baik menutupi kekurangan film ini karena berlebihan mengumbar emosi patah hati karakter utama. Apresiasi patut diberikan untuk Asri Welas, Mas Mo dan Erick Estrada yang dengan banyolan mereka mampu menambah keceriaan dalam film ini.

Terlepas dari cerita patah hati yang lebay, film Sobat Ambyar cukup baik menampilkan karya Didi Kempot yang familiar bagi siapapun. Film ini bisa menjadi obat penawar rindu akan sosok mendiang dalam versi lain.(ad/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *