Pemkot Balikpapan dan PLN PJB Sepakat Cegah Bencana Kebakaran

BALIKPAPANUPDATE – Pemkot Balikpapan bersama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Unit Bisnis Jasa Operator dan Maintenance Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kaltim Teluk, melakukan Penandatanganan kerja sama pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan pada senin pagi dengan dihadiri sejumlah Pimpinan PT PJB beserta jajaran, Wali Kota Balikpapan, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota dengan PLN dalam hal kesiapan penanggulangan bencana, sehingga selalu waspada,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi ketika menyampaikan sambutannya. Rizal menjelaskan pelaksanaan kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dengan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Kaltim Teluk dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar 1 tahun. Kerja sama ini untuk berbagi pengetahuan terkait proses penanganan bencana antara personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dengan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Kaltim Teluk.

Rizal menjelaskan, selain masalah penanggulangan bencana, Pemerintah Daerah juga akan mendorong untuk pelaksanaan program CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Kota Balikpapan.  “Kita minta dukungan PJB soal penanggulangan kebakaran tapi kita tindaklanjuti lagi dengan yang lain dengan beberapa program CSR  yang dimiliki, seperti bidang pendidikan kesehatan, UMKM,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, General Manager PT PJB Kaltim Teluk Mariono menjelaskan pelaksanaan penandatangan kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melakukan penanganan kejadian bencana yang terjadi.

Menurut Maryono, PT PJB Kaltim Teluk  merupakan salah satu perusahaan Unit Bisnis Jasa Operation dan Maintenance PLTU yang juga menyuplai distribusi listrik Sistem Mahakam di wilayah Kalimantan Timur , yang juga terinterkoneksi dengan wilayah Kalimantan Selatan. Diperlukan kewaspadaan dalam penanganan peralatan yang digunakan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan dampak bencana. ” PJB ini anak perusahaan PLN ini mengelola aset yang punya tingkat risikonya tinggi. Pembangkit ini tekanan tinggi. Jadi kami jalin sinergi dan kerja sama dengan pemerintah kota khususnya BPBD yang sudah terjalin baik selama ini,” jelasnya.

Selain fokus pada penanggulangan bencana di sekitar lokasi kerja, PT PJB juga terlibat dalam mengawasi kejadian bencana yang ada di sekitar lokasi perusahaan. Maryono menjelaskan PT PJB juga terlibat dalam penanganan bencana kebakaran lahan yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Balikpapan Barat. “Kami juga melakukan persiapan rawan bencana, dengan berpartisipasi terhadap bencana yang terjadi seperti kejadian kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu, kami yang pertama ramai masuk ke wilayah kebakaran itu,” ujarnya. (ad/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *